oleh

Akhir Penantian Warga Dusun Segok-Sebaboi, Tim Survei PLN Sanggau Akhirnya Turun ke Lapangan

-PLN-357 Dilihat

Sanggau, Kalimantan Barat
Penantian panjang masyarakat Dusun Segok dan Dusun Sebaboi, Desa Sebuduh, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, terhadap hadirnya aliran listrik PLN mulai menunjukkan titik terang. Kamis (9/7/2026), tim survei dari PLN Sanggau akhirnya turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei sebagai langkah awal realisasi program listrik masuk desa.

Kedatangan tim survei disambut antusias oleh Kepala Dusun Segok, Kepala Dusun Sebaboi, tokoh masyarakat, serta warga. Momen tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun hidup tanpa akses listrik dari PLN.

Dalam pelaksanaan survei, tim PLN Sanggau tidak bekerja sendiri. Mereka didampingi oleh kepala dusun serta beberapa perwakilan masyarakat Dusun Segok dan Dusun Sebaboi yang ikut mengarahkan tim menuju titik-titik rencana jalur jaringan listrik. Pendampingan tersebut bertujuan memudahkan tim dalam mengidentifikasi kondisi medan, menentukan trase jaringan yang paling efektif, sekaligus mendata permukiman warga yang akan menjadi penerima manfaat program listrik masuk desa.

Selama survei berlangsung, warga juga memberikan informasi mengenai kondisi wilayah, akses jalan, serta lokasi tanaman dan lahan yang berpotensi terdampak pembangunan jaringan listrik. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperlancar proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan nantinya.

Survei lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi wilayah, menentukan jalur jaringan, serta menghitung kebutuhan teknis pembangunan jaringan listrik menuju Dusun Segok dan Dusun Sebaboi. Hasil survei tersebut selanjutnya akan menjadi bahan kajian dan pematangan sebelum memasuki tahapan berikutnya.

Dalam pertemuan bersama kepala dusun dan perwakilan masyarakat, tim survei PLN Sanggau menjelaskan bahwa setelah proses survei selesai, pihaknya akan melakukan pematangan hasil survei sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Tim juga meminta masyarakat mempersiapkan surat pernyataan sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan jaringan listrik.

Surat pernyataan tersebut berisi kesiapan warga untuk memberikan akses pembangunan jalur listrik apabila terdapat tanaman atau tumbuh-tumbuhan milik masyarakat yang berada di sepanjang trase jaringan PLN. Dukungan tersebut dinilai penting agar proses pembangunan nantinya dapat berjalan lancar tanpa kendala di lapangan.

Kepala Dusun Segok menyampaikan bahwa saat ini terdapat 106 kepala keluarga (KK) di Dusun Segok yang telah lama mendambakan hadirnya listrik PLN. Sementara itu, Dusun Sebaboi dihuni 40 kepala keluarga (KK) yang juga menantikan terealisasinya program listrik masuk desa.

“Kami bersama seluruh masyarakat siap mendukung pembangunan jaringan listrik. Kami akan membantu memenuhi persyaratan yang dibutuhkan, termasuk menyiapkan surat pernyataan agar proses pembangunan dapat berjalan lancar. Harapan kami, setelah survei ini pembangunan jaringan listrik dapat segera direalisasikan,” ujar Kepala Dusun Segok.

Selama ini, masyarakat Dusun Segok dan Dusun Sebaboi masih hidup dengan berbagai keterbatasan akibat belum tersedianya listrik PLN. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas belajar anak-anak di malam hari, kegiatan ekonomi masyarakat, hingga pelayanan publik di wilayah tersebut.

Dengan telah dilaksanakannya survei pada 9 Juli 2026, harapan baru kini tumbuh di tengah masyarakat. Sebanyak 146 kepala keluarga dari kedua dusun berharap proses pematangan hasil survei segera rampung dan dilanjutkan dengan pembangunan jaringan listrik hingga aliran listrik PLN benar-benar menyala di rumah-rumah warga. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, survei ini akan menjadi awal berakhirnya penantian panjang masyarakat Dusun Segok dan Dusun Sebaboi untuk menikmati akses listrik yang layak.

Sumber: masyarakat Dusun Segok dan Dusun Sebaboi, Desa Sebuduh, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau.

Editor: Deki Menziano

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *