Jakarta – Di tengah pesatnya transisi perbankan ke ranah digital, isu keamanan data nasabah menjadi perhatian utama. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) Kantor Cabang (BO) Jakarta Fatmawati menegaskan komitmennya untuk melindungi setiap informasi nasabah melalui sistem digital yang kuat dan berlapis.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Aditya Andre Ramadhan, Branch Office Head BRI BO Jakarta Fatmawati, pada hari Senin (18/11/2025), yang menekankan bahwa digitalisasi di BRI bukan hanya tentang kemudahan transaksi, tetapi juga tentang menciptakan "benteng digital" yang tidak tertembus.
Inovasi Digital, Keamanan Maksimal
Aditya Andre menjelaskan bahwa investasi besar-besaran BRI pada infrastruktur teknologi informasi berstandar internasional adalah bukti nyata keseriusan bank dalam menghadapi ancaman siber yang kian kompleks.
"Perbankan digital kami, mulai dari aplikasi hingga layanan self-service seperti Digital CS, dirancang dengan sistem keamanan data terenkripsi. Ini bukan hanya memenuhi regulasi, tapi juga melebihi standar industri, termasuk kepatuhan terhadap standar internasional seperti ISO 27001 yang telah diraih BRI," ujar
Aditya Andre pada Senin (18/11).
Menurutnya, keamanan digital dibangun di atas dua pilar utama: teknologi canggih dan kesiapan sumber daya manusia (SDM).
Sistem Keamanan Berlapis: BRI menerapkan Multi-Factor Authentication (MFA), enkripsi end-to-end, serta pemantauan transaksi secara real-time untuk mendeteksi anomali atau aktivitas mencurigakan sejak dini.
Edukasi Proaktif: Pihak BRI BO Fatmawati secara rutin mengedukasi nasabah agar selalu berhati-hati, terutama terhadap modus penipuan yang meminta data rahasia seperti PIN, password, dan kode OTP.
"Data perbankan adalah rahasia pribadi nasabah. Kami tidak pernah meminta data tersebut melalui telepon atau pesan singkat," tegasnya.
Membangun Kepercayaan di Era Digital
Andre Ramadhan menambahkan bahwa keberhasilan sistem digital dalam menjamin keamanan akan berdampak langsung pada tingkat kepercayaan dan loyalitas nasabah.
"Kami menyadari, di era digital ini, kepercayaan nasabah adalah aset terpenting. Dengan sistem digital yang aman, nasabah dapat bertransaksi kapan saja dan di mana saja tanpa rasa khawatir," kata Aditya.
BRI BO Fatmawati berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi digital nasabah, mengubah nasabah menjadi mitra keamanan yang aktif. Mulai dari edukasi melalui media sosial hingga bantuan langsung dari petugas di lokasi seperti dalam penggunaan Digital CS, semua upaya diarahkan untuk meminimalkan risiko dari faktor human error yang seringkali menjadi celah kejahatan siber.
Poin Kunci Keamanan BRI Fatmawati:
Sertifikasi Standar Global: Mengacu pada standar keamanan informasi internasional (seperti ISO 27001).
Teknologi Anti-Curi: Penggunaan enkripsi kuat dan MFA pada semua layanan digital.
Edukasi Waspada: Imbauan tegas agar nasabah tidak pernah membagikan data rahasia (PIN, OTP, password).
Deteksi Dini: Pemantauan transaksi 24 jam untuk mendeteksi pola yang mencurigakan (anomali).
BRI BO Jakarta Fatmawati memastikan, di balik kemudahan teknologi digital, terdapat jaminan keamanan yang menjadi prioritas tertinggi untuk melindungi data dan dana seluruh nasabah.
(Red)