Suaraupdate.com,PONTIANAK, 28 September 2026 —Panglima Besar Dewan Pimpinan Pusat Laskar Pemuda Melayu (DPP LPM) Provinsi Kalimantan Barat, Hadi Firmansyah (Adhi Black), bersama Komando Inti Laskar Lapangan (KILL) DPP LPM Kalbar, Afriansyah, S.Pd., M.Pd. (AAF), serta Tim Reaksi Cepat (TRC) DPP LPM Kalbar, Ruddy H., menyatakan kesiapan untuk mendukung dan mengawal pelaksanaan Tabligh Akbar yang akan digelar pada 3 Oktober 2026 di Sabang Merah, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Tabligh Akbar tersebut akan menghadirkan Tuan Guru Ustadz Prof. H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D. sebagai pengisi tausiah. DPP LPM memandang kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, akhlak, persaudaraan, kepedulian sosial, serta hubungan yang harmonis di tengah masyarakat.
Panglima Besar DPP LPM Kalbar Hadi Firmansyah (Adhi Black), bersama seluruh jajaran DPP LPM dan jajaran LPM di kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, menyatakan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut secara aman, tertib, damai, dan kondusif.
Dukungan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial organisasi dalam membantu menciptakan suasana kegiatan yang nyaman bagi seluruh peserta. Dalam pelaksanaannya, DPP LPM bersama KILL dan TRC akan berkoordinasi dengan panitia serta unsur terkait, dengan tetap menghormati kewenangan aparat keamanan dan ketentuan peraturan yang berlaku.
Komandan KILL DPP LPM Kalbar, Afriansyah, S.Pd., M.Pd. (AAF), menyampaikan bahwa jajaran KILL siap mendukung koordinasi dan ketertiban di lapangan selama kegiatan berlangsung. Pendekatan yang dikedepankan adalah persuasif, humanis, dan komunikatif, dengan mengutamakan langkah-langkah pencegahan terhadap potensi gangguan ketertiban.
Sementara itu, Komandan TRC DPP LPM Kalbar, Ruddy H., menyatakan kesiapan unsur Tim Reaksi Cepat untuk mendukung kebutuhan respons di lapangan dan membantu kelancaran kegiatan melalui koordinasi dengan panitia serta pihak-pihak terkait.
DPP LPM menegaskan bahwa dukungan terhadap pelaksanaan Tabligh Akbar harus berjalan seiring dengan semangat saling menghormati sesama manusia. Perbedaan agama, suku, budaya, dan latar belakang sosial merupakan bagian dari realitas kebangsaan Indonesia yang harus dihormati dan dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Pancasila menjadi landasan bersama dalam membangun persatuan, kemanusiaan, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman. Oleh karena itu, kegiatan keagamaan diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan tanpa mengurangi penghormatan terhadap masyarakat yang memiliki perbedaan keyakinan maupun latar belakang.
DPP LPM, KILL, dan TRC juga mengajak seluruh peserta untuk menjaga ketertiban, menghormati masyarakat sekitar, menjaga kebersihan, serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu ketenangan dan kenyamanan lingkungan selama kegiatan berlangsung.
Seluruh jajaran LPM di kabupaten/kota se-Kalimantan Barat diharapkan turut memberikan dukungan sesuai kapasitas masing-masing. Kehadiran organisasi masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus ikut memperkuat persatuan, ketertiban, dan keharmonisan daerah.
Tabligh Akbar di Sabang Merah, Sanggau, diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan persaudaraan kemanusiaan, sekaligus menunjukkan bahwa kehidupan keagamaan dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai kebangsaan, Pancasila, serta penghormatan terhadap keberagaman.
«“Bersama ulama, bersama umat, menjaga persaudaraan dan keharmonisan Kalimantan Barat. Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab kita untuk saling menghormati sebagai sesama manusia dan sesama anak bangsa.”»
Melintang Patah, Membujur Lalu
Tim Humas DPP LPM Kalbar
Editor : DM MPGI























Komentar