SUKAMULYA, BEKASI
Sejarah baru tercipta di Desa Sukamulya. Untuk pertama kalinya, desa tersebut akan dipimpin oleh seorang perempuan. Hj. Desi Kurniati Malik, SH, berhasil menang telak dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukamulya yang digelar pada Minggu, 20 September 2026.
Sejak pagi, ribuan warga tampak antusias memadati Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan dukungan. Kemenangan Desi pun disambut suka cita oleh para pendukungnya yang telah setia mengawal sejak lama.
Dalam pidato kemenangannya, Hj. Desi tak kuasa menahan rasa syukur. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini adalah kemenangan seluruh warga Sukamulya.
“Alhamdulillah atas kemenangan ini. Saya sebagai wanita biasa bisa menjadi luar biasa berkat dukungan warga Sukamulya. Tanpa dukungan warga, saya bukan siapa-siapa,” ujar Desi di tengah kerumunan pendukungnya, Minggu (20/9/2026).
Desi juga menegaskan motivasinya maju bukan untuk mencari popularitas dan kekayaan, melainkan murni untuk pengabdian.
“Perlu diketahui, saya menjadi Ibu Kepala Desa Sukamulya bukan mencari popularitas dan kekayaan. Dalam kemenangan ini saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim solid yang tak tergoyahkan dan tak mengenal lelah,” tegasnya.
Untuk ke depan, Desi telah menyiapkan visi perubahan. Ia berjanji akan membawa Desa Sukamulya yang lebih berwarna dengan program pelayanan kilat, perhatian lebih kepada masyarakat yang membutuhkan, serta mengedepankan transparansi dalam tata kelola pemerintahan dan keuangan desa.
Sementara itu, Zajuli yang turut mendampingi Desi menyampaikan rasa syukur atas kemenangan yang diraih setelah melewati berbagai cobaan dan ujian selama masa kontestasi.
“Dengan kepemimpinan seorang Ibu, kemenangan ini akan menjadikan Desa Sukamulya lebih baik. Dengan kasih sayang seorang ibu, pemerintah desa siap menerima kritikan yang membangun untuk kemajuan Sukamulya, untuk kita bersama,” pungkas Zajuli.
Kemenangan Hj. Desi Kurniati Malik menandai babak baru bagi Desa Sukamulya menuju pemerintahan yang lebih humanis, transparan, dan responsif.
Tim Redaksi






















Komentar