DESA TELUK BAYUR, KETAPANG, KALIMANTAN BARAT — Tim investigasi lapangan bersama perangkat Desa Teluk Bayur dan anggota LAKI Sungai Laur kembali melakukan patroli serta pemantauan langsung di sejumlah titik yang diduga masih terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin malam.
Patroli tersebut dilakukan menyusul kondisi kebakaran yang disebut telah berdampak terhadap lahan dan kebun milik masyarakat. Warga berharap pemerintah segera memberikan bantuan dan mengambil langkah konkret untuk mencegah api semakin meluas.
“Kapan pemerintah merespons permintaan kami dari Desa Teluk Bayur? Kami sudah melakukan konfirmasi lebih dari 2 x 24 jam, tetapi sampai sekarang belum mendapatkan jawaban yang jelas,” ujar tim investigasi di lapangan.
Sejumlah warga juga mengungkapkan kekhawatiran atas rusaknya kebun durian yang selama ini menjadi bagian dari sumber penghidupan masyarakat.
“Kebun durian kami yang merupakan peninggalan nenek moyang sudah musnah dilalap api. Kami sudah beberapa kali menyampaikan kondisi ini melalui berbagai instansi, tetapi belum mendapatkan respons positif,” ujar salah seorang anggota Laskar Sungai Laur.
Kepala Desa Teluk Bayur turut meminta pemerintah segera turun tangan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.
“Kami berharap pemerintah secepatnya memberikan bantuan kepada masyarakat Desa Teluk Bayur. Kami sudah tidak tahu harus berupaya ke mana lagi untuk mengatasi kondisi ini. Kalau pemerintah masih membutuhkan rakyat, tolong perhatikan rakyat kami yang sedang menghadapi musibah ini,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Korcam LAKI Sungai Laur meminta pemerintah tidak menunggu kondisi semakin parah. Ia mendesak agar penanganan dilakukan secara cepat, termasuk mempertimbangkan dukungan melalui jalur udara apabila kondisi di lapangan memang membutuhkan.
“Kami meminta pemerintah jangan berpangku tangan menghadapi kondisi seperti ini. Besok, 22 September, kami berharap bantuan dapat segera dikirim, termasuk dukungan helikopter apabila memang diperlukan untuk mempercepat penanganan titik api yang sulit dijangkau dari darat,” ujarnya.
Ia menegaskan, keselamatan masyarakat dan pencegahan meluasnya kebakaran harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, keterlambatan penanganan berpotensi membuat kerugian masyarakat semakin besar.
Biro Investigasi Lapangan Kalbar juga meminta pemerintah dan instansi terkait segera merespons keluhan masyarakat Desa Teluk Bayur. Pemerintah diharapkan memberikan kejelasan mengenai langkah penanganan, bantuan yang dapat diberikan, serta memastikan kondisi titik api terus dipantau.
Jangan sampai laporan masyarakat hanya berhenti sebagai laporan. Di tengah ancaman karhutla, respons cepat bukan sekadar bentuk pelayanan, tetapi menjadi kebutuhan mendesak untuk melindungi masyarakat, lingkungan, dan sumber penghidupan warga.
Sumber: Tim Investigasi
Penulis: Andi Kusmiran
Editor: Decky Menziano




























Komentar