oleh

Jaga Keandalan Operasi, Nusantara Regas Pertahankan Sistem Manajemen ISO Terpadu

-BUMN-19 Dilihat

Jakarta – PT Nusantara Regas (NR) selaku bagian dari Subholding Gas Pertamina terus memperkuat penerapan sistem manajemen berstandar internasional ISO melalui Audit Eksternal Sistem Manajemen QHSSE dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) oleh PT TÜV Rheinland Indonesia yang ditutup pada Kamis (29/10). Langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan operasional serta mendukung ketahanan energi nasional.

Sertifikasi tersebut meliputi ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu, ISO 14001:2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan, dan ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, yang mencakup kegiatan operasional Onshore Receiving Facilities (ORF) Muara Karang dalam mendukung penyaluran gas bumi kepada pelanggan. Selain itu, NR juga menerapkan ISO 37001:2025 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat tata kelola dan integritas bisnis.

Direktur Operasi & Komersial PT Nusantara Regas, Mahfud Fauzi, menyampaikan bahwa penerapan standar internasional tersebut bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan (compliance), melainkan menjadi fondasi dalam memastikan operasional perusahaan berjalan secara aman, andal, dan berkelanjutan.

“Bagi NR, penerapan standar ISO bukan hanya untuk memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga bagian dari komitmen kami dalam menjaga keselamatan dan keandalan operasional. Hal ini penting mengingat peran strategis NR dalam mendukung kelancaran pasokan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dan industri, khususnya di wilayah Jakarta dan Jawa bagian barat,” ujar Mahfud.

Komitmen tersebut turut tercermin dari capaian 15.846.059 jam kerja aman secara kumulatif sejak 2011 hingga September 2026. Dari sisi operasional, NR juga telah mencatatkan total penyaluran gas bumi mencapai 1,28 miliar MMBTU sepanjang 2012–2025. Capaian ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam mengedepankan keselamatan kerja sekaligus menjaga keandalan penyaluran gas bumi guna mendukung kebutuhan energi pembangkit listrik dan industri, khususnya di wilayah Jakarta dan Jawa bagian barat.

Sebelum pelaksanaan audit eksternal, NR juga telah melaksanakan audit internal Sistem Manajemen Terpadu QHSSE, Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), serta Business Continuity Management System (BCMS) berbasis ISO 22301:2019. Audit internal tersebut menjadi bagian dari evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas penerapan sistem manajemen sekaligus mengidentifikasi peluang perbaikan secara berkelanjutan.

Dalam rangka memperkuat tata kelola perusahaan, NR melakukan peningkatan (upgrading) Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dari standar ISO 37001:2016 ke ISO 37001:2025 agar penerapannya selaras dengan persyaratan dan perkembangan standar internasional terbaru.

Langkah ini merupakan wujud komitmen perusahaan terhadap perbaikan berkelanjutan (continuous improvement), dengan penekanan pada penguatan budaya anti penyuapan, internalisasi nilai-nilai integritas, serta peningkatan efektivitas upaya pencegahan dan pengendalian risiko penyuapan di seluruh lini organisasi guna mendukung tata kelola perusahaan yang baik dan keberlangsungan bisnis secara berkelanjutan.

“Melalui penerapan sistem manajemen yang terintegrasi, kami terus mendorong budaya kerja yang mengutamakan keselamatan, kualitas, dan kepedulian lingkungan di seluruh lini perusahaan. Dengan komitmen perbaikan berkelanjutan, kami optimistis dapat terus menjaga keandalan operasi sekaligus memperkuat kontribusi Nusantara Regas dalam mendukung ketahanan energi nasional,” tambah Mahfud.

Sebagai bagian dari Pertamina Group, NR berkomitmen untuk terus meningkatkan efektivitas sistem manajemen dan kualitas operasional guna menjaga keberlangsungan bisnis, memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan, serta mendukung ketersediaan pasokan energi yang andal bagi masyarakat dan industri.

PT Nusantara Regas (NR) merupakan bagian dari Pertamina Group yang bergerak di bidang pengelolaan infrastruktur penyimpanan dan regasifikasi gas alam cair (LNG). NR mengelola fasilitas Floating Storage and Regasification Terminal (FSRT) Jawa Barat yang meliputi Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Nusantara Regas Satu di perairan Teluk Jakarta serta Onshore Receiving Facilities (ORF) Muara Karang sebagai fasilitas penerimaan dan penyaluran gas bumi di darat. Melalui pengelolaan kedua fasilitas tersebut, NR berperan dalam mendukung keandalan pasokan energi, khususnya bagi pembangkit listrik di wilayah Jakarta dan Jawa bagian barat.

(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *