oleh

Aklamasi Penuh! Afriansyah (Aaf) Nahkodai KILL Kalimantan Barat Periode 2026–2031

-Uncategorized-362 Dilihat

Pontianak, 19 Juli 2026 – Musyawarah Besar (MUBES) I Komando Inti Laskar Lapangan (KILL) Provinsi Kalimantan Barat resmi menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan organisasi. Forum permusyawaratan tertinggi KILL yang diselenggarakan di Hotel Harris Pontianak secara bulat menetapkan Afriansyah, S.Pd., M.Pd., yang akrab disapa Aaf, sebagai Komandan KILL Provinsi Kalimantan Barat Periode 2026–2031 melalui mekanisme aklamasi.

MUBES I dibuka secara resmi oleh Panglima Besar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kalimantan Barat, Hadi Firmansyah (Adhy Black). Persidangan dipimpin Ketua Steering Committee (SC) Danny Kurniawan, S.T., didampingi Amir Hamzah dan Sulaiman selaku Sekretaris SC bersama seluruh jajaran Steering Committee.

Sejak tahapan penjaringan bakal calon dimulai, terdapat tiga nama yang muncul sebagai kandidat Komandan KILL Kalimantan Barat. Namun setelah melalui proses verifikasi administrasi dan persyaratan organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), hanya Afriansyah (Aaf) yang dinyatakan memenuhi seluruh ketentuan pencalonan. Berdasarkan hasil musyawarah mufakat, seluruh peserta MUBES memberikan dukungan penuh dan menetapkannya secara aklamasi sebagai Komandan KILL Kalimantan Barat periode 2026–2031.

Momentum tersebut kemudian ditandai dengan penyerahan Pataka KILL oleh Panglima Besar DPP LPM Kalimantan Barat kepada Komandan KILL terpilih sebagai simbol estafet kepemimpinan, tanggung jawab, serta amanah organisasi untuk menjaga kehormatan dan marwah KILL di Kalimantan Barat.

Dalam sambutan pembukaannya, Hadi Firmansyah (Adhy Black) menegaskan bahwa MUBES bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, tetapi merupakan momentum memperkuat konsolidasi organisasi, mempererat persaudaraan antarkader, serta memperkokoh komitmen pengabdian kepada masyarakat.

> “Laskar Pemuda Melayu harus menjadi organisasi yang semakin dewasa, solid, disiplin, dan bermartabat. KILL adalah garda terdepan organisasi. Karena itu saya mengajak seluruh laskar untuk menjaga marwah Melayu, memperkuat solidaritas, menghormati setiap keputusan organisasi, serta terus mengabdi kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai adat, budaya, dan persaudaraan.”

Adhy Black menegaskan bahwa setelah MUBES selesai tidak boleh ada lagi sekat maupun perbedaan di antara kader. Seluruh anggota diminta kembali bersatu dalam satu komando, memperkuat ukhuwah organisasi, menjaga loyalitas, serta bersama-sama membangun KILL menjadi organisasi yang profesional, berwibawa, dan semakin dicintai masyarakat.

Usai penutupan MUBES, Komandan KILL Kalimantan Barat terpilih Afriansyah (Aaf) menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan seluruh peserta MUBES.

Menurutnya, amanah tersebut bukan merupakan kemenangan individu, melainkan kemenangan seluruh keluarga besar KILL yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, loyalitas, dan semangat kebersamaan.

> “Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Ini bukan kemenangan pribadi, tetapi kemenangan seluruh keluarga besar KILL. Setelah MUBES selesai, tidak ada lagi perbedaan. Saatnya kita merapatkan barisan, memperkuat solidaritas, menghilangkan sekat-sekat yang ada, serta bersama-sama membesarkan organisasi.”

Aaf menegaskan bahwa kepengurusan KILL Kalimantan Barat periode 2026–2031 akan memprioritaskan penguatan struktur organisasi hingga tingkat kabupaten/kota, peningkatan kualitas sumber daya kader, pembinaan disiplin dan loyalitas anggota, kaderisasi yang berkelanjutan, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen bangsa.

Ia menegaskan bahwa KILL sebagai bagian dari Laskar Pemuda Melayu Kalimantan Barat akan terus menjaga marwah organisasi melalui pengabdian nyata kepada masyarakat, menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya Melayu, memperkuat persaudaraan, serta berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

> “Mari kita jadikan amanah ini sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik. KILL harus hadir sebagai organisasi yang disiplin, loyal, berintegritas, profesional, responsif terhadap persoalan masyarakat, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi Kalimantan Barat.”

MUBES I KILL Kalimantan Barat juga menjadi bukti bahwa organisasi mampu menjalankan mekanisme demokrasi internal secara dewasa melalui musyawarah mufakat yang mengedepankan persatuan di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Aklamasi yang tercapai merupakan bentuk kepercayaan penuh peserta MUBES terhadap kepemimpinan yang diharapkan mampu membawa organisasi semakin maju.

Dengan kepemimpinan baru, KILL Kalimantan Barat diharapkan semakin kokoh sebagai garda terdepan Laskar Pemuda Melayu dalam menjaga marwah Melayu, memperkuat solidaritas kader, mengembangkan organisasi secara profesional, serta berkontribusi aktif dalam menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, dan mendukung pembangunan daerah demi terwujudnya Kalimantan Barat yang maju, harmonis, dan bermartabat.

“Melintang Patah Membujur Lalu.”

“Bersatu, Berdisiplin, Berkarya, Mengabdi untuk Bangsa.”

Tim Humas
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kalimantan Barat


Tim Redaksi : SuaraUpdate.com//

Pimred : Decky menziano

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *