NANGA TEBIDAH, KALBAR — Pembangunan jalan penghubung Desa Teluk Bayur dan Desa Sampurna, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mendapat sorotan warga. Proyek yang disebut dikerjakan pada akhir 2024 dengan anggaran sekitar Rp700 juta tersebut diduga tidak sesuai dengan volume pekerjaan yang tercantum dalam dokumen perencanaan.
Berdasarkan informasi dan hasil investigasi Suara Update Kalbar pada 29 Agustus 2026, dalam dokumen yang menjadi acuan pekerjaan disebutkan panjang jalan sekitar 500 meter. Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, bagian jalan yang terlihat dibangun diperkirakan hanya sekitar 280 meter.
Perbedaan antara volume yang tercantum dalam dokumen dan kondisi fisik di lapangan tersebut memunculkan pertanyaan publik: apakah seluruh anggaran telah direalisasikan sesuai volume dan spesifikasi pekerjaan yang ditetapkan?
Warga juga menyebut adanya istilah “dana pisau” yang diduga berkaitan dengan dugaan pemotongan anggaran dalam pelaksanaan proyek. Istilah tersebut masih sebatas keterangan atau dugaan yang disampaikan masyarakat dan perlu dibuktikan melalui pemeriksaan terhadap dokumen anggaran, kontrak, volume pekerjaan, serta pertanggungjawaban keuangan proyek.
Sorotan semakin menguat setelah kondisi fisik jalan yang dibangun kini dilaporkan mulai mengalami kerusakan dan berlubang. Padahal, usia pekerjaan tersebut diperkirakan baru sekitar dua tahun.
Kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa terdapat persoalan pada mutu pekerjaan, spesifikasi material, volume pekerjaan, atau proses pelaksanaan proyek. Namun, untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran, diperlukan pemeriksaan teknis dan audit oleh instansi yang berwenang.
“Kami sudah melaporkan kepada kepala desa, tetapi belum ada tindak lanjut. Makanya kami meminta APH turun untuk melakukan pemeriksaan,” ujar warga Desa Teluk Bayur dan Desa Sampurna, Minggu (14/9/2026).
Warga berharap Inspektorat Kabupaten Ketapang dan aparat penegak hukum (APH) tidak hanya melihat kondisi fisik jalan, tetapi juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen perencanaan, RAB, kontrak, volume pekerjaan, penggunaan material, pembayaran, hingga laporan pertanggungjawaban proyek.
Jika benar terdapat selisih antara volume yang direncanakan dengan realisasi di lapangan, masyarakat meminta agar hal tersebut dijelaskan secara terbuka. Sebaliknya, apabila seluruh pekerjaan telah dilaksanakan sesuai ketentuan, hasil pemeriksaan resmi juga penting disampaikan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Suara Update Kalbar menegaskan bahwa seluruh informasi mengenai dugaan penyimpangan tersebut masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait. Pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan adanya tindak pidana sebelum terdapat hasil pemeriksaan atau proses hukum dari lembaga berwenang.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Decky Menziano























Komentar