oleh

Mesin PETI Kembali Bergema di Muara Tawang, Polres Kapuas Hulu Apakah Kau Tak Mendengar?

Kapuas Hulu, Kalimantan Barat,_

Kembali dihadapkan pada kabar yang seharusnya membuat aparat penegak hukum bergerak cepat. Sebuah video yang diterima awak media memperlihatkan puluhan lanting jek diduga kembali beroperasi di kawasan Muara Sungai Tawang, Kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Jika informasi dan rekaman tersebut benar adanya, maka publik berhak mempertanyakan: di mana kehadiran negara ketika aktivitas yang diduga melanggar hukum kembali berlangsung secara terbuka?

Suara mesin yang disebut-sebut berasal dari aktivitas PETI bukan sekadar kebisingan di tepian sungai. Bagi masyarakat, suara itu menjadi simbol bahwa dugaan pelanggaran hukum seolah dapat berlangsung tanpa rasa khawatir. Pertanyaan yang muncul pun sederhana: apakah suara mesin itu tidak sampai ke telinga aparat, atau justru dianggap sebagai suara yang biasa untuk diabaikan?

Opini publik tentu tidak lahir tanpa sebab. Ketika sebuah aktivitas diduga berlangsung dengan melibatkan banyak lanting jek dan bahkan beredar dalam bentuk video, masyarakat wajar berharap adanya respons cepat berupa pengecekan lapangan, penindakan jika ditemukan pelanggaran, atau setidaknya penjelasan resmi dari aparat. Diam yang terlalu lama hanya akan melahirkan spekulasi dan mengikis kepercayaan terhadap penegakan hukum.

Polres Kapuas Hulu memiliki kesempatan untuk menjawab keraguan publik melalui tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan. Penegakan hukum tidak boleh bergantung pada siapa pelakunya atau seberapa besar kepentingan yang mengitarinya. Jika memang tidak ada aktivitas ilegal, sampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka. Namun apabila dugaan tersebut terbukti, masyarakat menunggu tindakan yang tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Media ini mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah. Informasi yang disampaikan bersumber dari video yang diterima awak media dan memerlukan verifikasi oleh aparat yang berwenang. Justru karena itulah, publik berharap Polres Kapuas Hulu segera turun ke lokasi untuk memastikan fakta di lapangan, sehingga tidak ada ruang bagi dugaan bahwa hukum hanya keras kepada sebagian orang, tetapi kehilangan suara ketika berhadapan dengan persoalan yang lebih besar.

Sumber: Awak Media
Penulis/Editor: Decky Menziano

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *