oleh

TEGUH, PEMBORONG PROYEK P3A NIAT BERSAMA DIDUGA KEJAR UNTUNG BESAR? MUTU PEKERJAAN DISOROT

KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT — Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A) Kelompok Tani Niat Bersama di Desa Pal 9, Kecamatan Kakap, Kabupaten Kubu Raya, kembali menjadi sorotan. Proyek yang semestinya memberikan manfaat bagi masyarakat justru diduga dikerjakan dengan kualitas rendah dan berpotensi tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Berdasarkan hasil investigasi awak media di lokasi pekerjaan, ditemukan indikasi penggunaan besi berukuran 6 mm serta ketebalan pengecoran yang disebut hanya sekitar 6 cm. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai kesesuaian pekerjaan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis proyek.

Nama Teguh disebut-sebut sebagai pihak yang diduga berperan sebagai pemborong atau pihak ketiga dalam pelaksanaan pekerjaan. Padahal, proyek tersebut diketahui membawa nama Kelompok Tani Niat Bersama sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Jika benar pekerjaan dikerjakan oleh pihak di luar kelompok sebagaimana ketentuan program, publik berhak mempertanyakan bagaimana mekanisme pelaksanaan proyek tersebut berjalan dan siapa sebenarnya yang mengendalikan pekerjaan di lapangan.

Pertanyaan sederhananya: apakah proyek ini benar-benar dikerjakan untuk kepentingan petani, atau justru menjadi ladang mencari keuntungan dengan mengorbankan mutu pekerjaan?

Penggunaan material yang diduga tidak sesuai spesifikasi bukan persoalan sepele. Jika terbukti terdapat pengurangan volume atau kualitas material dari ketentuan dalam RAB, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara dan harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Karena itu, Aparat Penegak Hukum (APH) diminta tidak menutup mata. Diperlukan pemeriksaan terhadap dokumen RAB, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, sumber anggaran, pihak pelaksana, hingga realisasi pekerjaan di lapangan.

Publik tentu menunggu keberanian APH untuk memastikan apakah proyek tersebut benar-benar dilaksanakan sesuai aturan atau justru terdapat dugaan praktik “asal jadi, yang penting untung besar.”

Suara Update akan terus mengawal persoalan ini dan meminta pihak-pihak terkait memberikan klarifikasi secara terbuka kepada masyarakat. Jika seluruh pekerjaan telah sesuai RAB dan spesifikasi, maka pihak pelaksana tentu memiliki ruang untuk memberikan penjelasan sekaligus membantah temuan tersebut.

Sumber: Awak Media
Penulis/Editor: Decky Menziano

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *